BERITA SULBAR

SMP PT. Pasangkayu Laksanakan Kemah Pramuka, Ini Tujuannya

PERKEMAHAN JUMAT-SABTU (11-12 OKTOBER 2019)

Salam Pramuka!

Pembinaan karakter siswa merupakan suatu program prioritas bagi sekolah. Khususnya SMP PT Pasangkayu, dibawah naungan Yayasan Astra Agro Lestari memiliki program kegiatan unggulan dalam menanamkan pendidikan karakter bagi siswa.

Melaui slogan “DR SAWIT” siswa diharapkan memiliki karakter yang unggul yaitu Disiplin, Respect, Santun, Amanah, berWawasan Luas, dan memiliki Integritas Tinggi
Untuk menunjang tercapainya karakter siswa yang unggul tersebut.

Beberapa waktu yang lalu, OSIS SMP PT Pasangkayu khususnya divisi kepramukaan, mengadakan kegiatan Perkemahan Jumat Sabtu (Perjusa) yang merupakan rangkaian kegiatan dari Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah atau MPLS.

Sasaran kegiatan ini adalah seluruh  siswa kelas VII SMP PT Pasangkayu. Kegiatan yang mengangkat tema “Satyaku ku Dharmakan Dharmaku ku Baktikan” ini telah berhasil dilaksanakan dengan lancar dan sukses pada tanggal 11-12 Oktober 2019 yang lalu.

Rangkaian kegiatan Perjusa ini diawali dengan upacara pembukaan pada Jumat pagi yang diikuti oleh peserta dan seluruh siswa SMP PT Pasangkayu. Dalam  amanatnya sekaligus membuka kegiatan perkemahan, Wakasek Bidang Humas, Abdul Rais, S.PdI menyampaikan pesan bahwa karakter kepramukaan harus tertanam dalam diri setiap siswa.

Menurut beliau, Dasa Dharma Pramuka bukan hanya harus dihafalkan oleh seluruh anggota pramuka, tetapi juga harus dilaksanakan dan menjadi karakter yang tercermin dalam perilaku sehari-hari.

Mengakhiri amanatnya Pak Rais, begitu beliau biasa disapa, menyampaikan pesan kepada seluruh peserta perkemahan untuk mengikuti kegiatan dengan riang gembira, namun tetap menjaga kedisiplinan dan ketertiban.

Kemeriahan upacara pembukaan ditutup dengan penampilan atraksi dance semaphore dan tongkat dari tim Scorsa. Mereka menampilkan gerakan semaphore yang dipadukan dengan atraksi silat yang sangat memukau dan mengundang tepuk tangan yang meriah dari para siswa.

Kegiatan dilanjutkan sore harinya dengan pendirian tenda oleh para peserta. Disinilah nampak kemandirian dan kedisiplinan dari para peserta yang bekerja sama untuk membuat tenda dapat berdiri dengan kokoh. Kegiatan ini juga melibatkan para pelatih pramuka dari Kwarcab Pasangkayu yaitu Kak Syukur dan Kak Achir.

Dalam sesi materi kelas, Kak Achir dan Kak Syukur menyampaikan materi tentang sejarah kepramukaan dan atribut pramuka yang dikemas secara interaktif, sehingga menambah semangat para peserta untuk mengikuti materi.

Tibalah pada acara yang ditunggu-tunggu dalam sebuah perkemahan. Ya, api unggun! karena tak lengkap rasanya apabila perkemahan tanpa api unggun. Sesi inilah yang paling dinantikan oleh seluruh peserta. Hujan yang mengguyur arena perkemahan, tidak menyurutkan semangat para peserta untuk mempersiapkan api unggun.

Sebelum menyalakan api unggun, peserta terlebih dahulu menyanyikan Hymne Pramuka dan membacakan Dasa Dharma. Dan saat api unggun sudah menyala para peserta menyambut dengan tepuk Pramuka yang meriah. Malam yang dingin menjadi hangat dengan kemeriahan api unggun. Ditambah lagi dengan penampilan pentas seni dari masing-masing regu yang menambah keakraban malam api unggun.

Kegiatan malam belum usai, peserta masih harus melewati sesi malam Dasa Dharma. Mereka dibangunkan di tengah malam dan harus melewati beberapa tantangan di masing-masing pos yang telah disiapkan oleh panitia.

Kegiatan berlanjut keesokan harinya. Tak lengkap rasanya bila perkemahan tanpa kegiatan hiking atau jelajah alam. Dalam hiking ini, peserta diajak untuk berjalan melintasi blok perkebunan sawit, dan harus melewati 4 pos yang berisi tantangan yang menguji wawasan, kekompakan dan kekuatan fisik para peserta.

Tantangan yang menguji wawasan misalnya peserta diharuskan menjawab pertanyaan seputar sejarah kepramukaan, memecahkan sandi-sandi, dan pengetahuan umum lainnya. Sementara kekuatan fisik peserta pun diuji melalui rintangan yang menantang diantaranya menyusuri sungai, memanjat tebing sungai yang menguji kerjasama dan kekompakan peserta, berjalan mendaki bukit, melalui rintangan jaring laba-laba, merayap diantara jalanan setapak yang berlumpur, dan melintasi parit dengan titian tali tambang.

Semua tantangan dilalui oleh para peserta dengan penuh semangat dan riang gembira. Setelah kegiatan hiking, peserta diarahkan untuk bersih-bersih diri dan mulai  membongkar tenda. Hingga tibalah saatnya sayonara. Sebelum perkemahan berakhir, kegiatan dilanjutkan dengan upacara penutupan. Seluruh peserta perkemahan mengikuti upacara dengan khidmad.

Kepala SMP PT Pasangkayu, Herman Tahidu, S.Pd dalam sambutannya saat menutup kegiatan perkemahan, tak lupa memberikan pesan dan amanat kepada seluruh peserta. Bahwa setelah dikukuhkan menjadi anggota gugus depan SMP PT Pasangkayu, seluruh peserta perkemahan memiliki tanggung jawab untuk menerapkan seluruh ilmu yang telah diperoleh selama masa perkemahan, di kehidupan sehari-hari khususnya dilingkungan sekolah.

Anggota pramuka sebagai agent of change harus memiliki karakter Dasa Dharma dan Tri Satya yang tersermin dalam sikap dan perilaku sehari-hari. Menutup sambutannya, Pak Herman, begitu beliau biasa disapa, menitipkan pesan kepada seluruh peserta perkemahan untuk selalu menjaga nama baik gugus depan SMP PT Pasangkayu.

Tak lupa beliau menyampaikan apresiasi untuk seluruh panitia, dewan guru, dan pembina dari Kwarcab Pasangkayu, atas kerja keras dan kekompakannya sehingga kegiatan perkemahan ini dapat terlaksana dengan lancar dan tertib sesuai tujuan yang diharapkan bersama.

Ditulis oleh Ni Wayan Laksmi A R, S.Pd

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close