BERITA SULBAR

Bertemu Petinggi PT AAL, Ketua LPK Minta Solusi Hak Ulayat Adat Topo Da’a

PASANGKAYU – Jajaran pengurus DPD LPK Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) dan DPC LPK Kabupaten Pasangkayu kembali melakukan pertemuan dengan petinggi PT. Astra Agro Lestari (PT AAL), tbk dan CDO PT. Pasangkayu, di Kantor PT. Pasangkayu jumat (18/10).

Pertemuan tersebut menindaklanjuti hasil pertemuan dengan masyarakat Adat Topo Da’a yang dihadiri oleh Wakil Ketua DPRD Pasangkayu, H. Yaumil Ambo Djiwa, SH di Bantayang, Dusun Saluraya, Desa Gunung Sari, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat, sabtu (12/10) pekan lalu.

Ketua DPD LPK Sulbar, Abdurrahman As’ad dalam penyampainnya kembali menekankan bahwa hak ulayat adat Topo Da’a yang berada di dusun Saluraya, desa Gunung Sari mesti dibebaskan oleh pihak Perusahaan.

“Substansi dari tuntutan masyarakat Adat Topo Da’a adalah lahan untuk mereka bercocok tanam harus dilepaskan, sebab kondisi mereka yang berada di lahan batu seluas 10 H sangat memprihatinkan” katanya Rahman kepada Wartawan, jumat (18/10).

Olehnya kata Rahman persoalan hak ulayat adat tersebut harus menjadi atensi pihak PT. Pasangkayu dan Pemerintah Daerah Kabupaten Pasangkayu sebab persoalan masyarakat adat Topo Da’a yang ada di Dusun Saluraya adalah persoalan bersama.

“Ini persoalan kita semua, Masyarakat Adat, PT. Pasangkayu, dan Pemda Pasangkayu harus duduk bersama dalam hal ini agar ditemukan solusi yang tepat” katanya.

“Insya Allah kami agendakan pertemuan kembali dengan semua pihak terkait selasa pekan depan” tambahnya.

Sementara itu CDAM PT. AAL, Teguh Ali Musiaji merespon baik koordinasi yang dilakukan LPK terhadap persoalan masyarakat adat Topo Da’a dan sepakat untuk duduk bersama dalam menemukan solusi terbaik.

“Kami berterimah kasih kepada teman-teman LSM mau berkoordinasi, pihak Perusahaan tentu akan merespon apa yang menjadi keinginan masyarakat Topo Da’a di Dusun Saluraya” katanya.

Bahkan kata Teguh pihaknya sudah membicarakan diinternal perusahaan terkait perencanaan-perencanaan yang bisa dilakukan untuk kesejahteraan masyarakat Topo Da’a.

“Tentu belum bisa kami bocorkan detailnya tetapi kita tetap akan duduk bersama dengan masyarakat adat dan pemda untuk menemukan solusi yang terbaik” katanya.

Hadir dalam pertemuan tersebut, Ketua DPC LPK Pasangkayu, Abd. Muis, dan CDO PT. Pasangkayu, Ofier Fath. (Rudy)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close